5

[ DIMOHON UNTUK BACA INI TERLEBIH DAHULU !! ]
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------
SEBELUM MULAI MEMBACA TULISAN SAYA, SAYA SARANKAN UNTUK BERPIKIR TERLEBIH DAHULU SEBELUM BERTINDAK. PIKIRKANLAH APAKAH MEMBACA TULISAN SAYA BENAR-BENAR BERMANFAAT? SAYA PIKIR MASIH BANYAK HAL BERMANFAAT LAINNYA DARIPADA MEMBACA TULISAN SAYA.
KENAPA?
KARENA SEKARANG BULAN SUCI RAMADHAN 1438, SEHINGGA ALANGKAH BAIKNYA KITA MEMANFAATKAN BULAN SUCI INI DENGAN SEBAIK-BAIKNYA

MISAL?

"Mendengarkan suara air hujan."

"Apa? suara air hujan? yang benar saja, apa faedahnya?"

"Hmmh apa ya? kalau begitu coba sebutkan apa yang berfaedah?"

"Banyaklah."

"Coba kasih contohnya, satu aja!" 

"Mendengarkan murottal."

"Waah ide bagus tuh. Tapi.."

"Tapi kenapa?"

"Dengerin murottalnya siapa ya? Kebanyakan nadanya mirip-mirip."

"Kamu mau dengerin yang berbeda? yang banyak variasinya?"

"Wah boleh tuh, kamu tahu?"

"Tentu saja, pernah ga kamu search 
Dubai Competition
di Youtube?"

"Belum, kenapa emang?"

"Coba buka! disana kamu bisa dengerin sekaligus nonton murottal-murottal dari berbagai negara loh"

"Waah keren tuh! Kalau kamu suka yang dari negara mana?"

"Aku suka yang dari Srilanka & Burundi."

"Ok."
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------
TULISAN SAYA :

Dialog A dan B
A : "Hallo B."
B : "Hallo A."
A : "Eh, kamu tahu tidak siapa orang yang menulis dialog ini?"
B : "Aku tidak tahu, siapa ya?"
A : "Mau tahu ga siapa?"
B : "Ngga"
A : "Ok."

#RamadhanInspiratif
#Challenge
#Aksara

4

[ DIMOHON UNTUK BACA INI TERLEBIH DAHULU !! ]
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------
SEBELUM MULAI MEMBACA TULISAN SAYA, SAYA SARANKAN UNTUK BERPIKIR TERLEBIH DAHULU SEBELUM BERTINDAK. PIKIRKANLAH APAKAH MEMBACA TULISAN SAYA BENAR-BENAR BERMANFAAT? SAYA PIKIR MASIH BANYAK HAL BERMANFAAT LAINNYA DARIPADA MEMBACA TULISAN SAYA.
KENAPA?
KARENA SEKARANG BULAN SUCI RAMADHAN 1438, SEHINGGA ALANGKAH BAIKNYA KITA MEMANFAATKAN BULAN SUCI INI DENGAN SEBAIK-BAIKNYA

MISAL?

"Membaca"

"Oih..keren! Sejak kapan kamu suka membaca? Benar-benar sulit dipercaya."

"Hoho...gini-gini aku gemar membaca loh."

"Oh.."

"Keren kan?"

"Tunggu..buktikan kalau kamu memang gemar membaca!... Eh, maksudku pernah membaca!"

"Baik.. tapi sayang sekali aku tidak berkata suka menulis, hanya suka membaca. Jadi aku tak akan menuliskan apa yang aku baca secara lebar panjang."

"Boleh.. kalau begitu coba tunjukkan padaku sekarang!"

"Ok.. silakan kamu buka browser, lalu ketikkan ini di search engine.
Jawaban Abu Hanifah Ini Membuat Orang-Orang Atheis Terbungkam.
Aku pertama kali baca kisah tersebut saat aku SMA dan aku menyukai kisah tersebut. Itu membuatku terkagum pada beliau"

"Hahahahaha.. itukah caramu membuktikannya padaku? Saya duga kalau kamu hanya asal ketik lalu tiba-tiba nemu itu dan setelah itu kamu bagikan padaku. Aku kecewa. Aku pikir kamu akan menyebutkan  buka buku ini halaman ini dan buku itu halaman itu, coba lihat paragraf yang ini dan yang itu, lihat baris ke sekian, bla..bla..bla.. Ternyata seperi itu. Semua orang juga bisa mencari tulisan seperti itu di internet tanpa perlu diberitahu orang lain"

"Oh begitu ya kamu berpikir."

"Kalau iya kenapa?"

"Tak masalah, tapi mari kita berdiskusi. Coba kamu perhatikan kalimat terakhir yang kamu katakan barusan. Apa benar begitu? Kalau iya, bagaimana hal itu bisa terjadi? Apakah dengan mencoba-coba kata kunci secara acak? Berapa banyak kemungkinannya kalau seperti itu? Ataukah mungkin jika kata kunci seperti itu muncul secara tiba-tiba di pikiranmu? Rasanya tidak. Jadi, bagaimana itu terjadi menurutmu?"

"Hmmh..benar juga ya.. Gimana ya?.. Ah aku tahu, mungkin ia pernah baca tulisan tentang hal tersebut, dalam kasus ini ia pernah membaca sesuatu yang didalamnya terdapat kata-kata tentang Abu Hanifah, jadi masuk akal kalau ia bisa menggunakan kata kunci tersebut."

"Nah begitulah, kamu sendiri yang membuktikan bahwa aku memang membaca."

"Oh iya..Aduh jadi malu aku.. Tolong maafkan aku!'

"Tenang saja, aku maafkan kok, tapi lain kali jangan diulangi ya!"

"Ok."
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------
TULISAN SAYA :
Dialog A dan B
A : "Hallo B."
B : "Hallo A."
A : "Eh, kamu tahu tidak kenapa aku bertanya?"
B : "Aku tidak tahu."
A : "Ok."

#RamadhanInspiratif
#Challenge
#Aksara

3

[ DIMOHON UNTUK BACA INI TERLEBIH DAHULU !! ]
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------
SEBELUM MULAI MEMBACA TULISAN SAYA, SAYA SARANKAN UNTUK BERPIKIR TERLEBIH DAHULU SEBELUM BERTINDAK. PIKIRKANLAH APAKAH MEMBACA TULISAN SAYA BENAR-BENAR BERMANFAAT? SAYA PIKIR MASIH BANYAK HAL BERMANFAAT LAINNYA DARIPADA MEMBACA TULISAN SAYA.
KENAPA?
KARENA SEKARANG BULAN SUCI RAMADHAN 1438, SEHINGGA ALANGKAH BAIKNYA KITA MEMANFAATKAN BULAN SUCI INI DENGAN SEBAIK-BAIKNYA

MISAL?

"Nonton video di youtube"
"Tunggu! Apa? Video? Tidak salah tuh?"
"Tentu saja benar!"
"Video apa?"
"Video apa aja terserah."
"Kalau begitu video seperti apa yang kamu anggap lebih baik itu?"
"Entahlah."
"Kalau menurut saya, dulu saya pernah menonton sebuah video, isinya ya semacam nasihat sih menurut saya, disana nampak seorang kakek yang sedang membicarakan mengenai kehidupan. Menurut saya video tersebut sungguh bagus. Membuat saya terharu, bahkan ingin menangis ketika pertama kali menonton video tersebut. Seperti apakah isi dari video tersebut? Penasarankah? Tonton saja video di youtube dengan keyword *Very Sad* | "The Memories of life" ~ Ali Al-Tantawi."
"Ok."
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------
TULISAN SAYA :
Dialog A dan B
A : "Hallo B."
B : "Hallo A."
A : "Eh, kamu tahu tidak siapa sih orang yang kata penulis hebat itu?"
B : "Aku tahu"
A : "Wah keren, di dua tulisan sebelumnya kamu selalu bilang aku tidak tahu, sekarang malah bilang aku tahu. Keajaiban!"
B : "Apa sih, aku tahu karena aku tahu penulis tulisan diatas. Dan aku telah baca tulisan penulis tersebut. Aku juga tahu latar belakang bagaimana video itu ditemukan oleh sang penulis."
A : "Waah, hebat tuh! Ceritakan donk padaku!"
B : "Ok. Begini nih, jadi sang penulis menulis tulisan seperti ini:
Beliau adalah Ali Al-Tantawi. Sebenarnya saya kurang tahu apakah beliau adalah orang yang saya cari, jadi saya itu sedang mencari Syeikh Ali Thanthawi yang saya kagumi karena beliau dikisahkan sebagai orang yang gemar membaca. Beliau mengatakan bahwa sejak kecil beliau pernah membaca 300 lembar dalam sehari. Sedangkan jika dirata-ratakan beliau membaca 100 lembar tiap harinya, yaitu sejak tahun 1340 hingga 1402 H. Sebanyak 62 tahun. Coba hitung, berapa banyak halaman yang telah beliau baca? Beliau pun berkata bahwa beliau membaca seluruh tema, hingga tema-tema ilmu pengetahuan. Sungguh betapa luasnya pengetahuan beliau. Itu adalah Syeikh Ali yang saya baca dari buku. Namun, yang saya lihat di video entah orang yang sama atau beda. Namun, MasyaAllah, ucapan seorang Ali Al-Tantawi di video benar-benar menyentuh hati saya. Beliau membicarakan tentang kehidupan. Isinya beliau menjelaskan bahwa kehidupan itu sebenarnya tentang kenangan dan kita itu selalu sendiri. Diawali dengan memiliki orang tua sebagai keluarga hingga keluarga baru hasil pernikahan, namun suatu saat nanti, selalu akan bertemu dengan yang namanya perpisahan. Hingga hanya satu yang tersisa. Kamu tahu siapa?"
A : "MasyaAllah, ternyata engkau memiliki sesuatu yang hebat seperti ini, aku beneran ga nyangka. Saya salut padamu. Oh iya, jawaban pertanyaannya saya tidak tahu"
B : "Mau tahu?"
A : "Ya!"
B : "Beli saja sendiri. Eh maksudnya, tonton saja sendiri!"
B : "Ok."

#RamadhanInspiratif
#Challenge
#Aksara

2

[ DIMOHON UNTUK BACA INI TERLEBIH DAHULU !! ]
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------
SEBELUM MULAI MEMBACA TULISAN SAYA, SAYA SARANKAN UNTUK BERPIKIR TERLEBIH DAHULU SEBELUM BERTINDAK. PIKIRKANLAH APAKAH MEMBACA TULISAN SAYA BENAR-BENAR BERMANFAAT? SAYA PIKIR MASIH BANYAK HAL BERMANFAAT LAINNYA DARIPADA MEMBACA TULISAN SAYA.
KENAPA?
KARENA SEKARANG BULAN SUCI RAMADHAN 1438, SEHINGGA ALANGKAH BAIKNYA KITA MEMANFAATKAN BULAN SUCI INI DENGAN SEBAIK-BAIKNYA

MISAL?
"Tidur"

"Tunggu! Apa? Tidur? Hmmh..itukan ide yang kemarin.. Jangan-jangan kamu sudah kehabisan ide mau ngasih contoh apa."

"Bu..bu...bukan begitu. Mana mungkin aku kehabisan ide! Besok aku akan ganti sarannya kok, tenang aja!"

"Lalu kenapa? Sudahlah jujur saja, manusia kan memang ada batasnya."

"Tapi ini serius bukan karena kehabisan ide. Aku menyarankan tidur karena aku sangat kelelahan hari ini. Badanku terasa pegal-pegal. Hari ini jadwalku lumayan padat"

"Oh jadi begitu... Tapi, sekarang kan belum terlalu malam, apa tidak rugi kalau langsung tidur?"

"Ya mau gimana lagi, lebih baik tidur sekarang agar bisa bangun lebih pagi."

"Ya tapi menurutku rugi loh. Oh iya, aku punya ide!"

"Apa?"

"Kalau kamu bisa jawab pertanyaanku kamu boleh tidur sekarang juga."

"Apa cepetan, aku kan cerdas, pertanyaanmu pasti akan aku jawab dengan mudah"

"Astagfirullah.. jangan begitu, tawadhu lebih baik loh."

"Astagfirullah.. maaf saya khilaf."

"Yaudah, jadi begini nih. Kemarin kan kamu bilang rencananya pengen khatam Al-Qur'an 30 Juz, berarti secara sistematis 1 hari 1 juz."

"Ya"

"Terus kamu bilang, kalau hari ini jadwalmu lumayan padat."

"Ya"

"Nah pertanyaannya, apakah kamu sudah membaca Al-Qur'an sesuai target hari ini?"

"Astagfirullah.. belum! Oh tidak, terimakasih sudah mengingatkan. Aku akan baca Al-Qur'an dulu sebelum tidur."

"Ok."
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------
TULISAN SAYA :
Dialog A dan B
A : "Hallo B."
B : "Hallo A."
A : "Eh, kamu tahu tidak, kenapa ..
B : "Aku tidak tahu."
A : "Ih.  Belum juga selesai nanyanya!"
B : "Pastinya ga jelas sih pertanyaannya."
A : "Iya sih, hehe."
#RamadhanInspiratif
#Challenge
#Aksara

1

[ DIMOHON UNTUK BACA INI TERLEBIH DAHULU !! ]
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------
SEBELUM MULAI MEMBACA TULISAN SAYA, SAYA SARANKAN UNTUK BERPIKIR TERLEBIH DAHULU SEBELUM BERTINDAK. PIKIRKANLAH APAKAH MEMBACA TULISAN SAYA BENAR-BENAR BERMANFAAT? SAYA PIKIR MASIH BANYAK HAL BERMANFAAT LAINNYA DARIPADA MEMBACA TULISAN SAYA.
KENAPA?
KARENA SEKARANG BULAN SUCI RAMADHAN 1438, SEHINGGA ALANGKAH BAIKNYA KITA MEMANFAATKAN BULAN SUCI INI DENGAN SEBAIK-BAIKNYA

MISAL?

"Tidur"

"Tunggu! Apa? Tidur? Kenapa?"

"Karena sudah malam."

"Oh iya ya, Ayo tidur! Eh tunggu.. Sepertinya saya punya ide bagus. Bagaimana kalau kita melakukan suatu hal sebelum tidur?"

"Contohnya?"

"Membuat rencana"

"Rencana apa?"

"Rencana apa? Jelaslah rencana yang ingin kamu lakukan selama bulan Ramadhan ini."

"Oh"

"Nah, menurutmu hal apa saja yang keren untuk kita lakukan di bulan ini?"

"Hmmmh Apa ya? Kalau menurutmu gimana?"

"Kalau menurutku..
- Menbaca Al-Qur'an, semoga bisa khatam 30 juz
- Belajar suatu ilmu, seperti bahasa
- Baca buku, kalau bisa 10 buku dalam waktu 1 bulan
- Menulis, mebuat tulisan-tulisan yang inspiratif dan motivatif
- Apa lagi ya? Sekarang baru kepikiran segitu"

"Wow.. keren banget rencana-rencananya! Kalau aku apa ya? Baiklah, akan aku pikirkan dulu sambil tidur"

"Ok"
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------

TULISAN SAYA :

Dialog A dan B
A : "Hallo B."
B : "Hallo A."
A : "Eh, kamu tahu tidak, kenapa api itu panas dan kenapa es itu dingin?
B : "Aku tidak tahu."
A : "Oh."

#RamadhanInspiratif
#Challenge
#Aksara

Semua berawal dari mimpi




“Apa ini?”
Telingaku berdengung begitu kencang, pandanganku kabur, nafasku sesak, aku terbatuk beberapa kali.
Di pagi yang semestinya cerah dan penuh semangat ini, entah mengapa aku mendengar suara tembakan sniper, machine gun, ledakan granat, hingga dentuman peluru yang  ditembakkan tank-tank yang membumi ratakan bangunan-bangunan kota.
"Aduuh"
Aku merasakan sakit di sekitar tubuhku
"Darah?"
Aku melihat tubuhku berlumuran darah, lalu aku mencoba untuk bangun dari puing-puing atap rumah dengan susah payah.
Dari lantai dua ini, dengan segera aku menuju tangga untuk turun ke bawah melarikan diri keluar rumah, aku khawatir rumah ini tak lama lagi akan roboh. Tapi, ketika seperempat tangga baru kulewati, suara dobrakan pintu yang kasar membuatku berbalik arah dengan tergesa-gesa. Kemudian aku masuk lemari bajuku yang cukup besar untuk bersembunyi.
Kudengar suara nafasku yang tengah terengah-engah, diteruskan suara langkah demi langkah yang mencengkram.
Aku pun bersandar tak berdaya pada dinding lemari, tubuhku bergetar, jantungku serasa berhenti berderak, bernafas pun terasa sulit tuk ku lakukan. Beberapa detik kemudian aku tak ingat apa-apa lagi.
Yang aku lihat, dengar, dan rasakan saat ini hanyalah kegelapan, keheningan, dan kesunyian.
Ketika aku membuka mata, aku berbicara dalam hati sambal menarik nafas dalam-dalam.
"Oh... Jadi aku masih hidup ternyata"
"Aduuh"
Aku merasakan sakit. Ternyata rasa sakit di tubuhku ini masih ku rasakan, hanya saja sudah sedikit berkurang dan darah yang menempel di bajuku pun telah kering.
"Dimana ini?"
Seketika aku bingung dengan tempat yang asing bagiku, sebuah ruangan gelap seperti ruang operasi.
Beberapa saat kemudian aku menyadari kalau aku tengah terbaring disebuah kasur yang sama sekali tidak empuk menghadap ke sebuah lampu redup yang berada tepat di atasku.
Saat itu aku ingin sekali memberontak untuk melepaskan lilitan logam yang melilit tubuhku ini. Namun, tubuh yang tak berdaya ini tak kuasa berbuat apa-apa, hanya bisa merasakan seseorang datang mendekatiku.
Beberapa menit kemudian dengan perlahan kepalaku terjatuh menghadap ke sebelah kiri lalu secara perlahan kelopak mataku menjadi tak bertenaga dan akhirnya perlahan-lahan pula aku menutup mata. Sebelum mataku tertutup secara sempurna, sekilas aku melihat sebuah tulisan yang tertempel di dinding ruangan, "100 bal ,tcejorp erutuf"
Setelah entah berapa lama kemudian. Saat aku tersadar, aku tidak bisa melihat apapun. Tak lama aku menyadari saat ini aku sedang berada di dalam suatu ruangan yang sangat sempit, hanya muat satu orang, tidak salah lagi ini adalah lemari bukan ruangan.
Aku membuka pintu lemari dengan segera dan ternyata sungguh mengherankan. Saat aku keluar, aku berada di sebuah ruang santai di suatu apartemen 30 lantai, dari sana terlihat bangunan-bangunan pencakar langit yang sangat futuristik. Banyak sekali menara-menara yang terbuat dari logam dan kaca, bangunan-bangunan aneh yang tidak pernah ada sebelumnya. "Sky City" itulah tulisan yang tertera disebuah hologram biru raksasa diantara tiga menara biru yang sangat tinggi di tengah-tengah kota, aku berpikir bahwa ini bukan zaman ku, ini pasti berpuluh-puluh tahun atau mungkin ratusan tahun kemudian dari zamanku.
Tunggu dulu, jangan-jangan lemari itu adalah suatu portal ruang waktu atau semacam mesin waktu. Aku menoreh kebelakang memandang lemari yang semula sebuah kayu tua berwarna coklat berbentuk lemari namun sekarang sebuah lemari canggih yang terbuat dari logam dengan beberapa perangkat teknologi yang hi-tech seperti sensor, auto control, dan masih banyak lagi.
Aku pun menghampiri lemari tersebut karena penasaran, "Apa benar ini sebuah portal atau mesin waktu?" Kemudian aku membuka lemari tersebut namun ternyata kosong taka da apa-apa sama sekali.
"Tidak ada apa-apa ternyata" pikirku.
Aku pun semakin penasaran, kuselidiki secara detail lemari itu, tapi tidak ada yang aneh, hanya bahan dan penampilan saja yang berubah dan beberapa fitur baru yang sebenarnya biasa saja, hanya fitur yang berhubungan dengan data dan kontrol, bekerja secara mekanik dan elektrik, tak ada yang berhubungan dengan hal-hal yang berbau ruang waktu, mesin waktu, dan sebagainya semisal elektromagnetik seperti pada film-film bertema time travel. Namun, ada satu hal yang sedikit aneh yang sepertinya aku pernah melihatnya, sebuah tulisan kecil bertuliskan "100 bal ,tcejorp erutuf".
“Tulisan apa ini? Aku tak mengerti, rasanya aku pernah melihatnya, tapi aku tidak yakin apakah aku benar-benar pernah melihatnya atau itu hanya sebuah déjà vu, namun jika memang pernah, kapan dan dimana?”
Setelah bosan bermain-main dengan lemari yang terduga sebuah mesin waktu, aku berjalan menuju sofa untuk beristirahat. Disana aku melihat sebuah laptop berbentuk kertas yang tergeletak di meja logam transparan disamping sofa. Saat aku hendak mengambilnya, laptop tersebut menyala dengan sendirinya dan berkata "Hello, how are you? Are you okay?" Aku balas "Hmmm..No! I'm confused".
Kemudian kami pun berbincang-bincang untuk dalam beberapa waktu kedepan.
"Can you tell me where are we?" "In Sky city, United Galaxy" "Is it in Earth?" "No, earth has been destroyed 128.381 years ago" "What? You must be kidding!" "No, I am right, you are sent here by 'Next Generation Teleporter Device 1000' from "100 bal ,tcejorp erutuf", It's a top secret lab that did a research about space and time"  "How do you know that?" "I am a super high intelligence computer with special Artificial Intelligence, so I know everything who happened before" "So, I am moved here by a space and time machine device?" "Yes" "Can I go back?"
Suatu saat entah mengapa layar laptop itu tiba-tiba mati, bersamaan dengan lampu ruangan dan juga semua lampu kota yang mati seketika. Saat itu aku benar-benar ketakutan, berada di lantai 20 di tengah malam di suatu tempat asing dengan kondisi gelap tanpa cahaya.
Tiba-tiba telepon ruangan berdering.
"Kok bisa? Padahal tidak ada listrik".
Dering itu tidak berhenti walau sudah 2 menit berlangsung.
Karena aku semakin merinding, aku pun mengangkat telpon itu. Tiba-tiba aku mendengar suara
"..............."
Suara itu terdengar seperti sebuah sinyal yang frekuensinya berubah-ubah, aku sama sekali tidak mengerti apa maksud dari suara itu.
Tiba-tiba, kaca ruagan ini pecah seketika seperti dihantam oleh sebuah benda yang besar, jantungku berdetak begitu kencang karena kaget, dan saat aku melirik kearah jendela, dari jarak sekitar 100 meter aku melihat sebuah pesawat berbentuk kubus dengan ukuran kira-kira sebesar gunung fuji Jepang sedang bergerak ke arah apartemenku.
Aku sangat ketakutan, kemudian tiba-tiba laptop tadi menyala dengan sendirinya, kali ini tanpa suara, hanya muncul tulisan "The sound in the phone means : I found you!"
Setelah itu laptop tersebut mati lagi.
Saat ku kembali melihat jendela, pesawat itu sudah berada 10 meter di depanku.
Setelah itu terjadi ledakan super dahsyat yang setara dengan 1000 kali gabungan ledakan bom atom Hiroshima dan Nagasaki. Kota tersebut hancur seketika, lenyap tak meninggalkan jejak.
---
Ketika aku membuka mata, aku memutar kepala ke sebelah kiri, melihat kea rah jendela yang berada tepat disebelah kiri bangkuku.
Kulihat mentari sore hari menyinari ruangan kelas yang telah sepi ini,
"Jadi, aku ketiduran lagi ya?"
Lalu saat ku menoleh ke depan kelas, aku melihat pak guru sedang merapikan buku-bukunya, setelah selesai ia pun menghampiriku lalu berkata sambil tersenyum
"Apakah kamu sudah selesai mengisi kuesioner itu?"
"Kuesioner? Gawat, aku lupa!"
Sebelum kelas dimulai, kami diberi selembaran untuk memilih apa yang akan kita lakukan setelah tamat dari SMA ini dan kuesioner ini tentunya sangat penting sebab akan menentukan masa depanku.
Aku menjawab "Belum", aku bingung harus mengisi apa, dari dulu aku masih belum tahu apakah aku akan langsung kerja atau lanjut perguruan tinggi. Meskipun saat ini tinggal beberapa hari lagi menuju kelulusan dari SMA ini, aku tetap belum memiliki gambaran akan masa depanku.
Karena aku terlihat begitu kebingungan, pak guru pun memberi beberapa patah nasihat.
"Pilihlah apa saja yang engkau inginkan muridku. Namun, engkau harus yakin bahwa pilihanmu itu adalah pilihan yang tepat, pilihan yang akan memberimu manfaat bagimu dan orang sekitarmu, pilihan yang akan membuatmu menjadi seseorang di masa yang akan datang, dan yang pasti, pilihan yang akan memberimu kesuksesan dunia akhirat. Muridku…Yakinlah bahwa Allah telah merencanakan masa depan yang terbaik bagimu. Kau tak perlu khawatir, jalan mana pun yang engkau lalui, asalkan engkau serius dan bersungguh-sungguh dalam menapakinya, engkau pasti akan mendapatkan hasil yang baik. Ingatlah itu!"
Setelah mendengar nasihat bijaksana dari guruku yang hobi baca kitab-kitab karya ulama dan buku-buku nasihat serta motivasi dan inspirasi ini, aku pun mendapat ilham, kemudian aku menulis pilihan  berdasarkan keinginan hatiku, sesuai yang aku inginkan sejak dulu dan yang orang tuaku harapkan dariku.
Sepuluh tahun kemudian.
Aku sengaja mengunjungi SMA yang meninggalkan kenangan ini untuk menemui seseorang yang mungkin sangat berarti bagiku.
Ketika bel istirahat berdering, siswa-siswi kelas XII keluar dari kelas yang saat ini menjadi mantan kelasku. Hingga akhirnya seseorang yang aku tunggu-tunggu muncul dihadapanku.
Tak lama kemudian ia menyadari siapa orang yang berdiri dihadapannya itu.
Awalnya ia terlihat tak percaya, namun kemudian ia pun menghampirinya dengan wajah tersenyum tulus, entah itu senyum kagum atau senyum rindu.
---
Apakah yang terjadi selanjutnya? Apa yang telah aku capai? Apakah aku telah menjadi seseorang? Seseorang yang sukses? Seseorang yang hebat?
Semua masih menjadi misteri!

Malam Itu



Malam itu, perutku memintaku untuk membeli sesuatu. Aku pun bergegas mencari tempat akan yang menjual makanan yang bisa dimakan. Hingga akhirnya, perjuangan ku hampir membuahkan hasil, namun belum berhasil. Meskipun saat ini aku berada diantara warung soto, sate, dan  bakso, aku masih bimbang untuk menentukan makanan apa yang harus aku beli. Aku terus memikirkannya selama beberapa menit. Apa yang akan aku beli?. Aku pun mulai memikirkan metode yang harus aku gunakan untuk memilih makanan karena aku tidak mau menentukan pilihan yang salah. Aku harus berhati-hati dalam memilih, harus memilih dengan bijak, dan dengan alasan yang kuat. Namun aku bingung, atas dasar apa aku menentukan makanan yang akan ku makan. Kebutuhan?, keinginan?, harga?, rasio? Bisikan hati? Aku tidak tahu. Tiba-tiba aku teringat beberapa penggalan kata yang aku rasa pernah aku dengar ketika akku kecil, “malu bertanya sesat dijalan”. Aku pun merasa yakin, mungkin ini solusi dari masalahku saat ini. Baiklah, aku akan bertanya.
                “Pak, menurut pandangan bapak, makanan apakah yang harus saya beli mala ini? Soto, sate, atau bakso?” Ia menjawab “Sate” lalu aku mempertanyakannya “Kenapa sate?” Namun sepertinya ia tidak tahu harus menjawab apa, mungkin ia keheranan akan adanya di dunia ini seseorang yang menanyakan makanan yang akan dimakannya dan meminta alasan mengapa emilih makanan tersebut. Untuk mepersingkat waktu saya persilakan mulut saya untuk mengatakan “Pak saya pesan satu porsi, dimakan disini”. Aku pun duduk dikursi dekat meja yang telah disediakan bapak penjual sate itu bagi pelanggannya.
5 menit… kemudian…
                Ketika ku buka mataku setelah menutup mata akibat proses berkedip, aku melihat beberapa sate terbang menghampiriku. Keren, ada sate terbang! Naun setelah dipikir-pikir, ini bukanlah terbang menurutku, konyol sekali jika sate bisa terbang. Pasti piringnya yang terbang. Ya benar, sate yang naik piring terbang itu akhirnya mendarat di meja yang ada di depanku. “Inilah saatnya..” pikirku.
                Pada saat aku menggigit sate di tusuk yang ke-5, aku merasa ada yang janggal. Ko susah yang, berulang kali aku mencoba menggigit potongan daging sebelah kanan, urutan ke-4 dari kiri, dan menarik dengan lemah lembut tusuk sate ke arah kanan, tetap saja susah. Namun aku tidak pernah menyerah. Aku teringat perkataan kakakku sepuluh tahun yang lalu saat aku berusia 5 tahun, dia 7 tahun, saat itu kami sedang di panta miembuat istana dari pasir. Saat itu, aku merasa sebutiran debu yang berada dipojok ruangan, aku merasa tak bisa apa-apa. Jika kamu bisa melihat ingatanku ini, kamu akan tahu betapa bedanya istana buatanku dengan buatan kakakku. Ia membuat istana yang sangat indah, detail, dan membuat orang-orang yang berjalan melewati kami mmelirik ke arah istananya dengan tampang kagum, tak heran sebab istananya seperti sungguhan, pintunya, jendelanya, pola-pola pada dindingnya, jebatan, sungai, Menara, hingga puteri yang sedang berdiri didekat jendela Menara pun terpampang di istananya, sedangkan punyaku, hanyalah seperti ember terbalik yang diberi pintu dan jendela. Ketika aku berdiri untuk enyerah, kakakku yang memiliki kapasitas otak luar biasa dengan visi yang akurat dan jelas itu menatapku dan berkata padaku “Jangan menyerah adikku! kamu pasti bisa membuat sesuatu sepertiku, hanya saja butuh waktu dan kerja keras. Teruslah mencoba dan bekerja keraslah! Ingatlah bahwa suatu saat nanti, kerja keras akan menjadi salah satu kehebatan yang akan sangat berguna di masa depan.” Aku berpikir, mungkin ini yang dimaksud kakakku, dengan semangat dan rasa percaya diri yang eningkat, aku mulai bekerja keras menarik potongan daging itu, hingga, ssrrrrttt… “Akhirnya..” Aku berhasil yay.
                Hingga suatu saat, tiba-tiba ada angin kencang yang menggerakkan tisu ke baju ku, dan saat aku hendak mengambil tisu itu, aku terkaget setengah hidup. “A..a..apa ini…?”. Setelah kupikir masalah telah berakhir. Tertanya pikiran itu ilusi. “Aku rasa bukan ini yang dimaksud kakakku. Mungkin yang ia maksud adalah kerja keras dalam eraih impian seperti masuk universitas favorit, atau kerja keras untuk menjadi ahli disuatu keterampilan, dsb”.  Kuambil tisu bersih, lalu kusapu noda hitam yang membandal itu dari baju putihku, namun tak kunjung berhasil. Awalnya aku akan panik, tapi.. “By the way baju ini kan bakalan dicuci besok sesuai jadwal pencucian pakaian sistematis yang aku buat. Santai aja kali” Aku pun dengan santainya melupakan kejadian tersebut, laksana bayi yang polos tak bersalah, ku abil uang 20.000 dari saku kiri ku sambal berjalan menuju sang penjual. Namun…, ditengah perjalanan menuju penjual, aku melihat tepat disebelah kanan kursi tempat aku makan tadi, ada dua orang pengawal yang sedang melakukan sesuatu. Yang pertama mengelap bumbu di baju dan dasinya, yang satunya lagi melepaskan jas hitam yang kotor akibat bumbu sate dari seseorang yang sedang duduk manis itu. Ketika aku berada diposisi dalam mebentuk huruf T dengan mereka, tiba-tiba ketiganya menatapku. Aku gelisah, jangan-jangan itu adalah kepingan bumbu sate milikku, keringatku pun bercucuran, air ludahku pun sulit ku telan, kakiku pun sulit melangkah. Aku berpikir “Apakah ini akhir kisahku?”,”dalam cerita ini maksudnya”. Dengan susah payah aku engatakan “Ma..ma..ma..maaf!” Setelah itu aku pasrah dan setelah itu akupun menutup mataku.
                Saat ku buka mataku yang kututup akibat takut, ketiga orang tadi telah hilang dari depan ku. “Kemana mereka? Apakah yang tadi itu mimpi? Tidak mungkin sih, aku kan tidak tidur tadi. Bodo amat sih, ngapain dipikirin” Akupun embayar makananku dan pergi meninggalkan tepat itu dengan kondisi seperti diparagraf sebelumnya, Aku pun dengan santainya melupakan kejadian tersebut, laksana bayi yang polos tak bersalah. Ditengah perjalanan pulang aku berpikir “Gak seru ih, ko ga ada aksi-aksi kaya di film-film, si pengawalnya menghadang si terdakwa, lalu sang terdakwa mencoba kabur, setelah berhasil kabur, ia dikejar-kejar mereka, berlari-lari sepanjang hari, melewati kolong jembatan, atap gedung, gang-gang sempit, pasar, desa, sungai, gunung, dll.”