[ DIMOHON UNTUK BACA INI TERLEBIH DAHULU !! ]
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------
SEBELUM MULAI MEMBACA TULISAN SAYA, SAYA SARANKAN UNTUK BERPIKIR
TERLEBIH DAHULU SEBELUM BERTINDAK. PIKIRKANLAH APAKAH MEMBACA TULISAN
SAYA BENAR-BENAR BERMANFAAT? SAYA PIKIR MASIH BANYAK HAL BERMANFAAT
LAINNYA DARIPADA MEMBACA TULISAN SAYA.
KENAPA?
KARENA SEKARANG BULAN SUCI RAMADHAN 1438, SEHINGGA ALANGKAH BAIKNYA KITA MEMANFAATKAN BULAN SUCI INI DENGAN SEBAIK-BAIKNYA
MISAL?
"Nonton video di youtube"
"Tunggu! Apa? Video? Tidak salah tuh?"
"Tentu saja benar!"
"Video apa?"
"Video apa aja terserah."
"Kalau begitu video seperti apa yang kamu anggap lebih baik itu?"
"Entahlah."
"Kalau menurut saya, dulu saya pernah menonton sebuah video, isinya ya semacam nasihat sih menurut saya, disana nampak seorang kakek yang sedang membicarakan mengenai kehidupan. Menurut saya video tersebut sungguh bagus. Membuat saya terharu, bahkan ingin menangis ketika pertama kali menonton video tersebut. Seperti apakah isi dari video tersebut? Penasarankah? Tonton saja video di youtube dengan keyword *Very Sad* | "The Memories of life" ~ Ali Al-Tantawi."
"Ok."
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------
TULISAN SAYA :
Dialog A dan B
A : "Hallo B."
B : "Hallo A."
A : "Eh, kamu tahu tidak siapa sih orang yang kata penulis hebat itu?"
B : "Aku tahu"
A : "Wah keren, di dua tulisan sebelumnya kamu selalu bilang aku tidak tahu, sekarang malah bilang aku tahu. Keajaiban!"
B : "Apa sih, aku tahu karena aku tahu penulis tulisan diatas. Dan aku telah baca tulisan penulis tersebut. Aku juga tahu latar belakang bagaimana video itu ditemukan oleh sang penulis."
A : "Waah, hebat tuh! Ceritakan donk padaku!"
B : "Ok. Begini nih, jadi sang penulis menulis tulisan seperti ini:
Beliau adalah Ali Al-Tantawi. Sebenarnya saya kurang tahu apakah beliau adalah orang yang saya cari, jadi saya itu sedang mencari Syeikh Ali Thanthawi yang saya kagumi karena beliau dikisahkan sebagai orang yang gemar membaca. Beliau mengatakan bahwa sejak kecil beliau pernah membaca 300 lembar dalam sehari. Sedangkan jika dirata-ratakan beliau membaca 100 lembar tiap harinya, yaitu sejak tahun 1340 hingga 1402 H. Sebanyak 62 tahun. Coba hitung, berapa banyak halaman yang telah beliau baca? Beliau pun berkata bahwa beliau membaca seluruh tema, hingga tema-tema ilmu pengetahuan. Sungguh betapa luasnya pengetahuan beliau. Itu adalah Syeikh Ali yang saya baca dari buku. Namun, yang saya lihat di video entah orang yang sama atau beda. Namun, MasyaAllah, ucapan seorang Ali Al-Tantawi di video benar-benar menyentuh hati saya. Beliau membicarakan tentang kehidupan. Isinya beliau menjelaskan bahwa kehidupan itu sebenarnya tentang kenangan dan kita itu selalu sendiri. Diawali dengan memiliki orang tua sebagai keluarga hingga keluarga baru hasil pernikahan, namun suatu saat nanti, selalu akan bertemu dengan yang namanya perpisahan. Hingga hanya satu yang tersisa. Kamu tahu siapa?"
A : "MasyaAllah, ternyata engkau memiliki sesuatu yang hebat seperti ini, aku beneran ga nyangka. Saya salut padamu. Oh iya, jawaban pertanyaannya saya tidak tahu"
B : "Mau tahu?"
A : "Ya!"
B : "Beli saja sendiri. Eh maksudnya, tonton saja sendiri!"
B : "Ok."
A : "Hallo B."
B : "Hallo A."
A : "Eh, kamu tahu tidak siapa sih orang yang kata penulis hebat itu?"
B : "Aku tahu"
A : "Wah keren, di dua tulisan sebelumnya kamu selalu bilang aku tidak tahu, sekarang malah bilang aku tahu. Keajaiban!"
B : "Apa sih, aku tahu karena aku tahu penulis tulisan diatas. Dan aku telah baca tulisan penulis tersebut. Aku juga tahu latar belakang bagaimana video itu ditemukan oleh sang penulis."
A : "Waah, hebat tuh! Ceritakan donk padaku!"
B : "Ok. Begini nih, jadi sang penulis menulis tulisan seperti ini:
Beliau adalah Ali Al-Tantawi. Sebenarnya saya kurang tahu apakah beliau adalah orang yang saya cari, jadi saya itu sedang mencari Syeikh Ali Thanthawi yang saya kagumi karena beliau dikisahkan sebagai orang yang gemar membaca. Beliau mengatakan bahwa sejak kecil beliau pernah membaca 300 lembar dalam sehari. Sedangkan jika dirata-ratakan beliau membaca 100 lembar tiap harinya, yaitu sejak tahun 1340 hingga 1402 H. Sebanyak 62 tahun. Coba hitung, berapa banyak halaman yang telah beliau baca? Beliau pun berkata bahwa beliau membaca seluruh tema, hingga tema-tema ilmu pengetahuan. Sungguh betapa luasnya pengetahuan beliau. Itu adalah Syeikh Ali yang saya baca dari buku. Namun, yang saya lihat di video entah orang yang sama atau beda. Namun, MasyaAllah, ucapan seorang Ali Al-Tantawi di video benar-benar menyentuh hati saya. Beliau membicarakan tentang kehidupan. Isinya beliau menjelaskan bahwa kehidupan itu sebenarnya tentang kenangan dan kita itu selalu sendiri. Diawali dengan memiliki orang tua sebagai keluarga hingga keluarga baru hasil pernikahan, namun suatu saat nanti, selalu akan bertemu dengan yang namanya perpisahan. Hingga hanya satu yang tersisa. Kamu tahu siapa?"
A : "MasyaAllah, ternyata engkau memiliki sesuatu yang hebat seperti ini, aku beneran ga nyangka. Saya salut padamu. Oh iya, jawaban pertanyaannya saya tidak tahu"
B : "Mau tahu?"
A : "Ya!"
B : "Beli saja sendiri. Eh maksudnya, tonton saja sendiri!"
B : "Ok."
#RamadhanInspiratif
#Challenge
#Aksara
#Challenge
#Aksara