Kore wa Nihon desu (5)


Hari terakhir IYIS pun tiba. Seperti biasa, kami berangkat dari hostel ke suatu tempat. Kali ini aku ga tau tempat apa, kalau di jadwalnya hari ini tuh ke acara minum teh, atau upacara minum teh ya? Pokoknya tentang minum teh.

Kami pun jalan ke sana.

Eh tunggu, sebelum itu karena ini hari terakhir acara makanya kami check out dari hostel. Akibatnya kami jalan kakinya sambil bawa koper. Lumayan ga ringan.

Setelah berjalan lumayan lama, kami tiba di suatu tempat. Di halamannya kami bisa liat ada suatu gerbang kecil ke suatu kebun atau taman yang hijau. Dari sana juga kami liat ada suatu bangunan yang kemudian kami masuki. Dalamnya terlihat kaya hotel, di sana ada kubus besar yang di dalamnya ada pohon, terus ada ornamen ruangan besar berbentuk lingkaran, dan ada mba-mba atau ibu-ibu berseragam hitam yang menyambut dan membantu kami, sama ada juga kursi serta meja, plus karpet.

Kami nunggu beberapa saat, panitianya lagi ngomong sama petugasnya terkait waktu dan tempat buat acara minum teh ini. Dan ternyata, waktu mulai acaranya lumayan siang, mepet ke waktu beres acara, jadinya ga jadi deh, atau dalam arti lain dibatalin. Uangnya pun dikembaliin. Selain itu mungkin juga karena ruangan buat minum tehnya yang ga begitu besar namun pesertanya banyak, ga bisa sekaligus jadinya. Namun, meskipun begitu kami tetap bisa masuk ke kebun atau tamannya, kami diberi kebebasan buat jalan-jalan dan ngelakuin eksplorasi sendiri-sendiri. Aku dan temanku serta satu teman dari Kamboja yang lagi S2 di Korea itu pergi bertiga menjelajahi tempat ini. Kami berfoto bareng-bareng beberapa kali.

Sebelum berakhir, kami dikumpulin dulu. Ada pembagian sertifikat. Setelah selesai dibagiin sertifikatnya terus kami foto Bersama. Habis itu, bagi yang pengen pulang duluan boleh pulang duluan, dan yang mau di sana dulu kaya mau nyoba upacara minum teh juga boleh. Aku dan temanku pulang duluan karena kami dah pesen hostel dan rencananya mau jalan-jalan mengeksplor Tokyo bersama. Tapi entah ke mana hehe, ga direncanain bagian ininya mah.

Kami keluar dari bangunan itu. Ga disangka, di jalan yang belum jauh dari gerbang tempat acara terakhir itu, siapa sangka ada orang Jepang, bapak-bapak bertubuh tinggi dan masih muda, menyapa kami. Pakai bahasa Indonesia lagi. Ya, Indonesia yang terletak diantara dua benua dan dua samudera. Bapak itu ngomong sesuatu. Cuma aku ga begitu inget dengan pasti pembicaraannya apa. Kalau ga salah Ia nanya ke kami, dari Indonesia? atau Jakarta? Entah yang mana. Terus ia juga ngasih tau kami kalau ia tau kami orang Indonesia karena kami pake batik. Kami atau cuma temanku aja ya yang pakai batik? Ga inget juga hehe.

Setelah itu kami jalan ke stasiun. Kami naik kereta. Terus jalan kaki. Dan akhirnya tiba di hostel yang kami pesan. 99 hours namanya, di Kamata lokasinya. Bangunannya ga begitu besar, tapi ada beberapa lantai, 7 atau 8 lantai kalau ga salah, tapi kami cuma pake lantai 4 buat nyimpen barang bawaan di loker sama buat mandi serta lantai 6 buat tidur dan ke toilet. Eh sama lantai 1 buat keluar masuk. Oh iya, di hostel ini kami dikasih kartu yang merupakan kunci loker, ada barkodenya yang nanti discan di pintu loker buat ngebuka pintunya. Selain itu dikasih juga wadah kaya tas jinjing yang isinya handuk, sikat dan pasta gigi, sandal, sama piyama. Kami pun dengan segera menuju ke kamar. Di sana kami shalat, makan cemilan, lalu bikin rencana. Kami bikin rencana tujuan tempat atau daerah apa aja yang mau dikunjungi. Setelah itu berangkat. Oh iya, ukuran tempat tidurnya sama aja kaya 2 tempat sebelumnya, cuma untuk tidur, seukuran 1 orang. Tapi desainnya yang ini lebih modern, terkesan futuristik kaya di kapsul canggih gitu, itu kalau dibandingin sama 2 kamar sebelumnya yang dari terbuat 
kayu berwarna coklat muda hehe.

Ok, ayo kita jalan-jalan!

Seperti biasa kami ke stasiun dan naik kereta. Waktu itu langitnya agak mendung. Udara lumayan dingin. Tempat pertama yang kami kunjungi yaitu Tokyo Skytree di Sumida. Itu tuh menara yang tinggi banget. Sampai nembus awan. Ketinggiannya lumayan tinggi, 634 m! Kami masuk ke sana dan naik ke puncaknya, meskipun jarak pandang terbatas karena lagi berkabut. Ternyata tiket masuknya lumayan relatif mahal, tapi karena udah di sini, mau kapan lagi? Kami pun naik ke puncaknya dan ya, mantap. Di sana kami bisa ngeliat pemandangan kota Tokyo yang gedung-gedungnya terlihat kecil-kecil. Oh iya, tau ga, liftnya tuh cepet banget, jadi kami tiba ke puncaknya ga lama, bentar banget buat jarak sejauh itu, 600 meteran. Selain itu di sana cukup ramai suasananya. Bahkan lagi ada anak-anak SD yang berkunjung ke sana. Kebanyakan dari mereka aktif-aktif, berisik sih sebenernya wkwkw, ya kaya anak kecil pada umumya lah, tapi ada juga yang pendiam. Cuma lucu-lucu aja. Ya, kurang lebih begitulah di Tokyo Skytree.

Berikutnya kami pergi ke Ueno. Di sini kami cuma duduk terus makan. Udah, itu aja, soalnya udah maghrib dan langitnya udah gelap sih. Ya meskipun kami ada di depan Ueno Park, kami ga masuk akibat kegelapan yang telah menyelimuti daerah itu. Paling cuma foto didepan batu tamannya. Nah dari tempat duduk situ udah mulai keliatan suasana kota yang ramai. Udah keliatan banyak orang yang betebaran disekitar jalan. Kebanyakan dewasa sih, kaya bapak-bapak sama ibu-ibu. Anak-anak udah mulai jarang keliatan.

Selanjutnya kami ke Akihabara. Lokasinya ga terlalu jauh dari Ueno, tinggal jalan lurus. Pantesan di Ueno tempat kami duduk sejenak udah mulai ramai, ternyata berdekatan sama kota ini, kota yang ramai. Pengen cerita aja, Akihabara tuh bener-bener ramai, banyak banget orang berlalu-lalang. Dan tentunya orang dewasa. Meskipun disini tuh pusatnya toko-toko yang jual hal-hal terkait game, anime, manga, alat elektronik, dsb. Terus banyak poster-poster anime di toko-tokonya, bahkan dipinggir jalan ada para cosplayernya kaya perempuan yang pakaian maid atau kostum apalah. Orang-orang yang berkeliaran di sini remaja hingga orang dewasa, bukan anak-anak. Ya, beginilah Akihabara. Tapi ga tau juga sih di waktu yang lain atau di hari yang lain gimana, ini di waktu ketika aku melewati jalan itu aja ya, jadi jangan di generalisir.

Oh iya, sebenernya pas SMA aku pernah nulis di sebuah kertas, ke Akihabara, soalnya dulu abis nonton suatu anime yang berlokasi di Akihabara lalu aku nyari info-info tentangnya jadi pengen ke sana deh jadinya, makanya aku tulis di kertas daftar impianku. Eh ternyata ga disangka-sangka terwujud. Ko bisa ya? Aku foto-foto beberapa kali disini. Selain itu aku nyari tempat yang kaya di foto-foto Akihabara dari internet atau IG, ga tau nemu atau ngga, soalnya udah ga inget juga sih fotonya.

Seletah itu kami ke Harajuku naik kereta. Di sana kami hanya berjalan melewati suatu gang hingga tembus ke jalan besar lainnya. Di gang itu ramai banget, banyak orang dan banyak toko-toko. Aku beli Kit Kat di sana buat oleh-oleh.

Selanjutnya, dari Harajuku kami jalan kaki ke Shibuya. Lokasinya ga terlalu jauh. Tujuan pertama ke patung anjing Hachiko, tau kan itu? Yang ngelambangin kesetiaan anjing pada majikan itu loh. Aku di sana cuma foto aja sih, sama istirahat sejenak. Oh iya, aku tuh pernah liat dari gambar dan web di internet kalau di Shibuya tuh ada persimpangan jalan terpadat di dunia (khususnya di Jepang), namanya Shibuya Crossing. Kalau difoto tuh keren-keren, banyak banget orang yang nyebrang lewat situ. Jadinya aku pengen di foto di sana. Dan di dekat patung Hachiko itu ada persimpangan jalan, crossing, yang ramai. Kami nyebrang lewat situ sebelum ke lokasi patung Hachiko. Awalnya aku ga sadar kalau itu adalah persimpangan yang aku cari, soalnya di Google Maps lokasinya bukan di situ. Jadi, pas abis dari sana kami jalan menuju ke lokasi crossing yang ada di Google Maps, taunya ga ada apa-apa. Malah suatu gang yang sepi. Dan ternyata, apa yang terjadi coba? Taunya itu tuh suatu bangunan yang namanya sama kaya nama persimpangan itu, crossing gitu lah. Kalau ga salah tempat radio gitu. Hahaha.. udah cape-cape jalan jauh, eh taunya.. Akibatnya yang tadinya mau naik kereta buat pindah kota malah jadi jalan kaki. Saat itu kakiku benar-benar sudah mengeras, jadi kekar hehe. Seolah-olah ga kuat lagi untuk jalan. Oh iya, selama jalan kaki ke tempat selanjutnya, sempat beberapa kali ketemu lampu lalu lintas buat pejalan kaki. Memang agak aneh juga sekaligus lucu sih, padahal jalan lagi kosong, ga ada kendaraan lewat sama sekali, tapi karena lampunya merah, para pejalan kaki ini tetap aja berhenti. Inikah yang dinamakan budaya taat aturan? Hehe.

Terakhir, kami ke Tokyo Tower lagi yang lokasinya tuh di Minato. Kami jalan kaki lagi ke sininya, maklum belum punya limosin. Kali ini kami naik ke menara tersebut seperti yang aku katakan di awal, tapi cuma nyampe ke tengahnya aja ga sampai ke puncak. Namun, meskipun begitu dari sana pun kami bisa menikmati pemandangan kota Tokyo di malam hari yang indah. Bedanya sama Tokyo Skytree, meskipun lebih rendah tapi disini liftnya tembus pandang, jadi bisa liat ke luar pas naik lift, mantap. Teru di atas sana kami foto-foto, terus liat-liat di tokonya, lalu istirahat sejenak. Oh iya, ketinggian Tokyo Tower tuh hanya 333 m, ya kurang lebih setengahnya ketinggian Tokyo Skytree lah.

Setelah itu kami kembali lagi ke hostel di Kamata. Kami ke supermarket dulu buat beli roti, selanjutnya pulang ke hostel dan makan di sana, di kamar. Kira-kira jam 24 atau lewat kami tiba di sana. Ya meskipun hanya sebentar sebagaimana hakikat dari kehidupan dunia yak tak kekal laksana akhirat, aku menikmatinya. Meskipun lelah, meskipun lapar, meskipun kaki pegal-pegal. Tapi.. Ini sangat sangat sangat berkesan dan memorable banget buat aku, suatu pengalaman yang luar biasa bagiku. Berkunjung ke beberapa tempat dalam waktu yang terbatas, di Jepang lagi. Ya, memang biasa aja sih sebenernya, khususnya buat yang bisa ke luar negeri kapan aja, atau udah ke berbagai negara. Cuma bagi aku sendiri yang hampir ga mungkin buat bisa ke luar negeri (untuk saat itu ya, ga tau kedepannya), ini hal yang patut aku syukuri. Selain itu, karena ini salah satu impianku, jadinya aku semakin bersyukur dan merasa kalau ini suatu nikmat yang besar buat aku. Duh jadi pengen lagi ke negara ini suatu saat nanti, soalnya masih ada yang bikin aku penasaran. Belum ngerasain semua musimnya, belum masuk ke masjidnya, belum punya kenalan orang Jepangnya, dan belum foto bareng sama … loh ko titik titik? Pengennya sih ke sana dalam rangka wisata hehe, tapi kalau ga bisa S2 atau kerja atau bisnis sekaligus wisata juga ga apa-apa sih hehe.

Kalau di recap terkait tempat-tempat yang kami jajah eh kunjungi pada hari itu, aku dan temanku mengunjungi Sumida (Tokyo Skytree), Ueno, Akihabara, Harajuku, Shibuya, Minato (Tokyo Tower).

---

Di taman

Foto bersama peserta IYIS 2018 setelah pembagian sertifikat

Di puncak Tokyo Skytree

Tokyo Tower di foto dari bawah