Hari terakhir IYIS pun tiba.
Seperti biasa, kami berangkat dari hostel ke suatu tempat. Kali ini aku ga tau
tempat apa, kalau di jadwalnya hari ini tuh ke acara minum teh, atau upacara
minum teh ya? Pokoknya tentang minum teh.
Kami pun jalan ke sana.
Eh tunggu, sebelum itu karena
ini hari terakhir acara makanya kami check
out dari hostel. Akibatnya kami jalan kakinya sambil bawa koper. Lumayan ga
ringan.
Setelah berjalan lumayan lama,
kami tiba di suatu tempat. Di halamannya kami bisa liat ada suatu gerbang kecil
ke suatu kebun atau taman yang hijau. Dari sana juga kami liat ada suatu
bangunan yang kemudian kami masuki. Dalamnya terlihat kaya hotel, di sana ada
kubus besar yang di dalamnya ada pohon, terus ada ornamen ruangan besar
berbentuk lingkaran, dan ada mba-mba atau ibu-ibu berseragam hitam yang
menyambut dan membantu kami, sama ada juga kursi serta meja, plus karpet.
Kami nunggu beberapa saat,
panitianya lagi ngomong sama petugasnya terkait waktu dan tempat buat acara
minum teh ini. Dan ternyata, waktu mulai acaranya lumayan siang, mepet ke waktu
beres acara, jadinya ga jadi deh, atau dalam arti lain dibatalin. Uangnya pun
dikembaliin. Selain itu mungkin juga karena ruangan buat minum tehnya yang ga
begitu besar namun pesertanya banyak, ga bisa sekaligus jadinya. Namun,
meskipun begitu kami tetap bisa masuk ke kebun atau tamannya, kami diberi
kebebasan buat jalan-jalan dan ngelakuin eksplorasi sendiri-sendiri. Aku dan
temanku serta satu teman dari Kamboja yang lagi S2 di Korea itu pergi bertiga
menjelajahi tempat ini. Kami berfoto bareng-bareng beberapa kali.
Sebelum berakhir, kami
dikumpulin dulu. Ada pembagian sertifikat. Setelah selesai dibagiin
sertifikatnya terus kami foto Bersama. Habis itu, bagi yang pengen pulang
duluan boleh pulang duluan, dan yang mau di sana dulu kaya mau nyoba upacara
minum teh juga boleh. Aku dan temanku pulang duluan karena kami dah pesen
hostel dan rencananya mau jalan-jalan mengeksplor Tokyo bersama. Tapi entah ke
mana hehe, ga direncanain bagian ininya mah.
Kami keluar dari bangunan itu.
Ga disangka, di jalan yang belum jauh dari gerbang tempat acara terakhir itu,
siapa sangka ada orang Jepang, bapak-bapak bertubuh tinggi dan masih muda,
menyapa kami. Pakai bahasa Indonesia lagi. Ya, Indonesia yang terletak diantara
dua benua dan dua samudera. Bapak itu ngomong sesuatu. Cuma aku ga begitu inget
dengan pasti pembicaraannya apa. Kalau ga salah Ia nanya ke kami, dari
Indonesia? atau Jakarta? Entah yang mana. Terus ia juga ngasih tau kami kalau ia
tau kami orang Indonesia karena kami pake batik. Kami atau cuma temanku aja ya
yang pakai batik? Ga inget juga hehe.
Setelah itu kami jalan ke
stasiun. Kami naik kereta. Terus jalan kaki. Dan akhirnya tiba di hostel yang kami pesan. 99 hours namanya,
di Kamata lokasinya. Bangunannya ga begitu besar, tapi ada beberapa lantai, 7
atau 8 lantai kalau ga salah, tapi kami cuma pake lantai 4 buat nyimpen barang
bawaan di loker sama buat mandi serta lantai 6 buat tidur dan ke toilet. Eh
sama lantai 1 buat keluar masuk. Oh iya, di hostel ini kami dikasih kartu yang
merupakan kunci loker, ada barkodenya yang nanti discan di pintu loker buat
ngebuka pintunya. Selain itu dikasih juga wadah kaya tas jinjing yang isinya
handuk, sikat dan pasta gigi, sandal, sama piyama. Kami pun dengan segera
menuju ke kamar. Di sana kami shalat, makan cemilan, lalu bikin rencana. Kami bikin
rencana tujuan tempat atau daerah apa aja yang mau dikunjungi. Setelah itu
berangkat. Oh iya, ukuran tempat tidurnya sama aja kaya 2 tempat sebelumnya, cuma
untuk tidur, seukuran 1 orang. Tapi desainnya yang ini lebih modern, terkesan
futuristik kaya di kapsul canggih gitu, itu kalau dibandingin sama 2 kamar
sebelumnya yang dari terbuat
kayu berwarna coklat muda hehe.
Ok, ayo kita jalan-jalan!
Seperti biasa kami ke stasiun
dan naik kereta. Waktu itu langitnya agak mendung. Udara lumayan dingin. Tempat
pertama yang kami kunjungi yaitu Tokyo Skytree di Sumida. Itu tuh menara yang
tinggi banget. Sampai nembus awan. Ketinggiannya lumayan tinggi, 634 m! Kami
masuk ke sana dan naik ke puncaknya, meskipun jarak pandang terbatas karena lagi
berkabut. Ternyata tiket masuknya lumayan relatif mahal, tapi karena udah di
sini, mau kapan lagi? Kami pun naik ke puncaknya dan ya, mantap. Di sana kami
bisa ngeliat pemandangan kota Tokyo yang gedung-gedungnya terlihat kecil-kecil.
Oh iya, tau ga, liftnya tuh cepet banget, jadi kami tiba ke puncaknya ga lama,
bentar banget buat jarak sejauh itu, 600 meteran. Selain itu di sana cukup
ramai suasananya. Bahkan lagi ada anak-anak SD yang berkunjung ke sana. Kebanyakan
dari mereka aktif-aktif, berisik sih sebenernya wkwkw, ya kaya anak kecil pada
umumya lah, tapi ada juga yang pendiam. Cuma lucu-lucu aja. Ya, kurang lebih
begitulah di Tokyo Skytree.
Berikutnya kami pergi ke Ueno.
Di sini kami cuma duduk terus makan. Udah, itu aja, soalnya udah maghrib dan langitnya
udah gelap sih. Ya meskipun kami ada di depan Ueno Park, kami ga masuk akibat kegelapan yang telah menyelimuti
daerah itu. Paling cuma foto didepan batu tamannya. Nah dari tempat duduk situ
udah mulai keliatan suasana kota yang ramai. Udah keliatan banyak orang yang
betebaran disekitar jalan. Kebanyakan dewasa sih, kaya bapak-bapak sama
ibu-ibu. Anak-anak udah mulai jarang keliatan.
Selanjutnya kami ke Akihabara.
Lokasinya ga terlalu jauh dari Ueno, tinggal jalan lurus. Pantesan di Ueno
tempat kami duduk sejenak udah mulai ramai, ternyata berdekatan sama kota ini,
kota yang ramai. Pengen cerita aja, Akihabara tuh bener-bener ramai, banyak banget
orang berlalu-lalang. Dan tentunya orang dewasa. Meskipun disini tuh pusatnya
toko-toko yang jual hal-hal terkait game, anime, manga, alat elektronik, dsb. Terus
banyak poster-poster anime di toko-tokonya, bahkan dipinggir jalan ada para cosplayernya
kaya perempuan yang pakaian maid atau kostum apalah. Orang-orang yang
berkeliaran di sini remaja hingga orang dewasa, bukan anak-anak. Ya, beginilah
Akihabara. Tapi ga tau juga sih di waktu yang lain atau di hari yang lain
gimana, ini di waktu ketika aku melewati jalan itu aja ya, jadi jangan di
generalisir.
Oh iya, sebenernya pas SMA aku
pernah nulis di sebuah kertas, ke Akihabara, soalnya dulu abis nonton suatu anime
yang berlokasi di Akihabara lalu aku nyari info-info tentangnya jadi pengen ke
sana deh jadinya, makanya aku tulis di kertas daftar impianku. Eh ternyata ga
disangka-sangka terwujud. Ko bisa ya? Aku foto-foto beberapa kali disini.
Selain itu aku nyari tempat yang kaya di foto-foto Akihabara dari internet atau
IG, ga tau nemu atau ngga, soalnya udah ga inget juga sih fotonya.
Seletah itu kami ke Harajuku
naik kereta. Di sana kami hanya berjalan melewati suatu gang hingga tembus ke
jalan besar lainnya. Di gang itu ramai banget, banyak orang dan banyak
toko-toko. Aku beli Kit Kat di sana buat oleh-oleh.
Selanjutnya, dari Harajuku
kami jalan kaki ke Shibuya. Lokasinya ga terlalu jauh. Tujuan pertama ke patung
anjing Hachiko, tau kan itu? Yang ngelambangin kesetiaan anjing pada majikan
itu loh. Aku di sana cuma foto aja sih, sama istirahat sejenak. Oh iya, aku tuh
pernah liat dari gambar dan web di internet kalau di Shibuya tuh ada
persimpangan jalan terpadat di dunia (khususnya di Jepang), namanya Shibuya
Crossing. Kalau difoto tuh keren-keren, banyak banget orang yang nyebrang lewat
situ. Jadinya aku pengen di foto di sana. Dan di dekat patung Hachiko itu ada
persimpangan jalan, crossing, yang
ramai. Kami nyebrang lewat situ sebelum ke lokasi patung Hachiko. Awalnya aku
ga sadar kalau itu adalah persimpangan yang aku cari, soalnya di Google Maps
lokasinya bukan di situ. Jadi, pas abis dari sana kami jalan menuju ke lokasi crossing yang ada di Google Maps, taunya
ga ada apa-apa. Malah suatu gang yang sepi. Dan ternyata, apa yang terjadi
coba? Taunya itu tuh suatu bangunan yang namanya sama kaya nama persimpangan
itu, crossing gitu lah. Kalau ga
salah tempat radio gitu. Hahaha.. udah cape-cape jalan jauh, eh taunya.. Akibatnya
yang tadinya mau naik kereta buat pindah kota malah jadi jalan kaki. Saat itu
kakiku benar-benar sudah mengeras, jadi kekar hehe. Seolah-olah ga kuat lagi
untuk jalan. Oh iya, selama jalan kaki ke tempat selanjutnya, sempat beberapa
kali ketemu lampu lalu lintas buat pejalan kaki. Memang agak aneh juga
sekaligus lucu sih, padahal jalan lagi kosong, ga ada kendaraan lewat sama
sekali, tapi karena lampunya merah, para pejalan kaki ini tetap aja berhenti.
Inikah yang dinamakan budaya taat aturan? Hehe.
Terakhir, kami ke Tokyo Tower
lagi yang lokasinya tuh di Minato. Kami jalan kaki lagi ke sininya, maklum
belum punya limosin. Kali ini kami naik ke menara tersebut seperti yang aku
katakan di awal, tapi cuma nyampe ke tengahnya aja ga sampai ke puncak. Namun,
meskipun begitu dari sana pun kami bisa menikmati pemandangan kota Tokyo di
malam hari yang indah. Bedanya sama Tokyo Skytree, meskipun lebih rendah tapi
disini liftnya tembus pandang, jadi bisa liat ke luar pas naik lift, mantap. Teru
di atas sana kami foto-foto, terus liat-liat di tokonya, lalu istirahat
sejenak. Oh iya, ketinggian Tokyo Tower tuh hanya 333 m, ya kurang lebih
setengahnya ketinggian Tokyo Skytree lah.
Setelah itu kami kembali lagi
ke hostel di Kamata. Kami ke supermarket dulu buat beli roti, selanjutnya
pulang ke hostel dan makan di sana, di kamar. Kira-kira jam 24 atau lewat kami
tiba di sana. Ya meskipun hanya sebentar sebagaimana hakikat dari kehidupan
dunia yak tak kekal laksana akhirat, aku menikmatinya. Meskipun lelah, meskipun
lapar, meskipun kaki pegal-pegal. Tapi.. Ini sangat sangat sangat berkesan dan memorable banget buat aku, suatu
pengalaman yang luar biasa bagiku. Berkunjung ke beberapa tempat dalam waktu
yang terbatas, di Jepang lagi. Ya, memang biasa aja sih sebenernya, khususnya
buat yang bisa ke luar negeri kapan aja, atau udah ke berbagai negara. Cuma
bagi aku sendiri yang hampir ga mungkin buat bisa ke luar negeri (untuk saat
itu ya, ga tau kedepannya), ini hal yang patut aku syukuri. Selain itu, karena
ini salah satu impianku, jadinya aku semakin bersyukur dan merasa kalau ini
suatu nikmat yang besar buat aku. Duh jadi pengen lagi ke negara ini suatu saat
nanti, soalnya masih ada yang bikin aku penasaran. Belum ngerasain semua
musimnya, belum masuk ke masjidnya, belum punya kenalan orang Jepangnya, dan
belum foto bareng sama … loh ko titik titik? Pengennya sih ke sana dalam rangka
wisata hehe, tapi kalau ga bisa S2 atau kerja atau bisnis sekaligus wisata juga
ga apa-apa sih hehe.
Kalau di recap terkait
tempat-tempat yang kami jajah eh kunjungi pada hari itu, aku dan temanku
mengunjungi Sumida (Tokyo Skytree), Ueno, Akihabara, Harajuku, Shibuya, Minato
(Tokyo Tower).
---
Di taman
Foto bersama peserta IYIS 2018 setelah pembagian sertifikat
Di puncak Tokyo Skytree
Tokyo Tower di foto dari bawah



